PERAWATAN MESIN CYLINDRICAL GRINDING


A.           BAGIAN MESIN CYLINDRICAL GRINDING
1.             Tail Stock
Unit ini dipasang di ujung kanan meja putar dan mendukung ujung tanah pekerjaan. Poros tailstock adalah cocok dekat dalam tubuh tailstock dan bosan lancip standar ke mana pusat tailstock dipasang. Spindle adalah pegas sehingga pekerjaan berjalan pada sebuah pegas yang mengkompensasi untuk perluasan benda kerja karena generasi panas dalam proses penggilingan.
Tailstock yang menunjukkan pada Gambar 2.5 bisa menjepit dalam posisi apapun sepanjang meja putar. Posisi tailstock kontrol ketegangan pegas dan semakin dekat tailstock diatur ke akhir pekerjaan akan semakin besar ketegangan pegas. Jumlah ketegangan akan tergantung pada berat benda, tetapi musim semi tidak seharusnya. Sepenuhnya dikompresi atau tidak akan ada penyisihan untuk ekspansi. Jika pekerjaan terlalu berat untuk penggunaan pegas pengaturan, poros saham ekor dapat dikunci pada posisi dengan sebuah sekrup pengunci.
2.             Head Stock
adalah headstock terletak di ujung kiri meja putar dan dilengkapi dengan variabel kecepatan motor untuk memutar bekerja pada kecepatan yang diinginkan. Hidung spindle headstock bosan untuk lancip standar di mana pusat dapat dipasang untuk mendukung pekerjaan diadakan antara pusat-pusat seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.6. Pusat biasanya dari jenis dead center, yaitu, poros dan pusat tetap diam dan pelat mengemudi berputar di sekitar poros terkunci pada anti-gesekan bantalan. Penggunaan pusat-pusat tetap jenis ini memberikan kekakuan yang lebih besar dan, disediakan pusat secara akurat tanah, menjamin akurasi yang lebih besar dari kebulatan dan menghilangkan eksentrisitas mungkin bahwa hasil saya dari pusat habis.
3.             Wheel Head
Ini adalah unit mandiri yang dipasang pada dasar geser tetap ke permukaan mesin tempat tidur. Permukaan datar, mesin di bagian belakang kepala roda disediakan untuk pemasangan motor untuk mengemudi poros roda. Bantalan poros yang terkandung di bagian depan kepala roda. Silinder penggiling memerlukan pengaturan bantalan yang kaku dengan izin nol dan dengan sangat akurat spindle roda berjalan. Bantalan radial biasanya dua baris bantalan rol silinder dengan satu bantalan bola kontak sudut dorong untuk memberikan lokasi aksial. Poros terbuat dari baja bermutu tinggi paduan, mengeras dan tanah untuk sangat dekat batas konsentrisitet dan kelurusan. Kemiringan yang disediakan di setiap akhir untuk pemasangan roda katrol dan mengemudi.
4.             Grinding Wheel
Roda gerinda yang dibangun sebagai alat pemotong. Tindakan pemotongan diperoleh oleh butir abrasif yang tajam, yang sebenarnya dipotong chip keluar dari pekerjaan. Sebuah roda gerinda memiliki dua komponen yang abrasif, yang melakukan pemotongan aktual dan obligasi, yang memegang butiran abrasif dalam bentuk roda.
Grinding dengan roda abrasif modern hanya sebanyak proses pemotongan logam sebagai salah satu dari yang lain yang telah kita uraikan, kecuali bahwa roda memiliki ribuan tepi pemotongan kecil bukan tepi beberapa besar dimiliki oleh pemotong putar lainnya. Para batu asahan tua-waktu melakukan pekerjaan dengan gesekan dan abrasi, residu dari penggunaan yang terdiri dari campuran debu logam dengan pasir dari batu. Jika grindings dari roda modern yang bekerja pada bahan ulet diperiksa mereka akan dianggap terkait dalam bentuk untuk liku singkat dari alat. Ini konsepsi modern penggilingan tampaknya sulit untuk beberapa untuk mengadopsi, dan mereka masih mengacu pada roda sebagai 'batu', dengan cara yang sama sebagai orang awam mengacu pada roda gigi sebagai 'gigi'.

Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu istilah “perawatan” dan “perbaikan”. Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan.

Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi menjadi dua cara:
1. Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance).
2. Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance).

Secara skematik pembagian perawatan bisa dilihat pada gambar berikut:



Macam perawatan yang direncanakan menurut jadwal periode perawatan preventive diklasifikasikan sebagai berikut :
Inspeksi                                     I
Reparasi kecil                            K
Reparasi medium                      M
Bongkar total                            B
Contoh siklus perawatan :
Perbaikan
komplit
Siklus
I
K
M
Periode antara dua masa (bulan)
Periode antara B ke B (tahun)
0 s/d 30
B-I1-K1-I2-K2-I3-M1-I4-K3-I5-K4-I6-M2-I7-K5-I8-K6-I9-B1 …
9
6
2
6
9

Periode antara dua masa perawatan dalam bulan adalah jarak antara B ke I1, atau dari I1 ke K1, atau dari K1 ke I2 dan seterusnya sampai I9 ke B1.
Periode antara dua masa bongkar total adalah jarak antara B ke B1 yang pada siklus ini berjumlah 18 kali berarti apabila priode antara dua masa perawatan mesin adalah 6 bulan berarti periode antara B ke B1 adalah 18 x 6 bulan = 9 tahun.
Periode antara dua masa perawatan dan priode antara bongkar total dapat berubah untuk tipe produksi yang berbeda, seperti :
a)        Tipe produksi (msssal/berantai/satuan)
b)        Jenis material yang dikerjakan (baja/besi tuang/almunium/perunggu)
c)        Shift atau giliran kerja per hari.
d)       Memakai pendingin alat potong atau tidak.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

teknik perawatan mesin perkakas

Pemanfaatan Teknologi Alat Bantu Pembuka Buah Durian Secara Mekanik Untuk Pedagang dan Industri Kecil.